0

Nona Pecinta Hujan [Part 2]

Lagi-lagi, hujan turun sejak pagi. Nona pecinta hujan terduduk di sofa, menghadap jendela kamarnya. Jemarinya menggenggam secangkir coklat yang tak lagi hangat. Mata kecilnya memandangi rinai hujan yang seolah berbalapan menuju tanah satu sama lain.

β€œDisini sedang turun hujan, tuan. Bagaimana kabarmu, masihkah kau mengingatku?” seperti mantra, kalimat itu terbentuk dalam sanubarinya setiap kali hujan turun. Dan seperti biasa pula, matanya membentuk kaca-kaca bening yang siap tumpah setiap kali hujan menyapa.

Continue reading

Advertisements
0

“Kapan Nikah?” (A Short Story)

080010500_1437311031-4_ayokupas_com

Hai, namaku Kanaya Wulansari. Aku biasa dipanggil Naya oleh keluarga dan teman-teman di kampusku. Aku lahir sekitar 22 tahun yang lalu, pada hari Sabtu ketika matahari baru saja terbenam. Ayahku seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan swasta yang juga biasa. Ibuku hanya ibu rumah tangga yang tetap mengurus anak perempuannya seolah-olah aku masih berusia 8 tahun.

Continue reading