0

Setengah Windu

huffingtonpost[dot]com

Katamu, jarak hanya kata.

Katamu kita bisa taklukkan semua, aku hanya perlu tenang dan bersabar sedikit saja.

Bodohnya, aku begitu saja percaya.

Continue reading

Advertisements
0

Persiapan Pernikahan

Aku Ami, perempuan berusia 25 tahun yang memiliki pacar bernama Deni. Kami sudah lama sekali berpacaran hingga akhirnya Deni melamarku bulan lalu.

Sebagai perempuan yang hanya bisa menunggu, tentu saja aku bahagia bukan kepalang. Setelah bertahun-tahun bersama, akhirnya ia menunjukkan keseriusannya padaku.

Continue reading

0

Iya

Bertahun  mendampingimu, bercakap tentang mimpi-mimpi dan harapan yang ingin kuwujudkan, tentang segala angan dan ingin, tentang semua cita dan semoga.

Bertahun menikmati binar matamu, menggenggam erat jemari, menyandarkan diri pada kokohnya pundak.

Semua milikmu, semua tentangmu.

Continue reading

0

[Short Story] Story About A Healed Broken Heart.

23.30 WIB

Saya nggak menangis. Saya hanya sedang berbaring di atas kasur, menghadap langit-langit kamar. Sibuk menghitung kerlip lampu pohon natal yang dialihfungsikan menjadi lampu kamar. Pikiran saya sudah berkelana demikian jauh meninggalkan pemiliknya. Tepat di kerlipan lampu paling ujung, pikiran saya kembali dan membisikkan satu kesimpulan.

Saya nggak mau jatuh cinta lagi.

  Continue reading

0

Kamu hanya lelah, jangan menyerah!

Sebagai manusia, pasti pernah ada masanya dimana kamu merasa sangat lelah dan bahwa hidup terlalu berat untuk dilanjutkan. Perjalanan hidup yang direncanakan Tuhan rasanya tak sanggup lagi kamu lewati. Kamupun mulai mempertanyakan, sebenarnya apa rencana-Nya dibalik ini semua?

Mungkin juga pernah kamu melewati hari dengan merutuki diri, mengapa hidup begitu mudah untuk sebagian orang tetapi sangat berat untuk sebagian yang lain? Mengapa temanmu bisa mendapatkan kehidupan yang lebih menyenangkan dibandingkanmu, dengan pekerjaan yang mapan, kondisi finansial yang stabil hingga pasangan yang begitu membahagiakan?

Baiklah, sekarang hela napasmu dan embuskan.

Semua orang pernah melalui hari yang berat. Semua orang pernah merasakan titik terendah dalam hidupnya. Bahkan ia yang kehidupannya diam-diam membuatmu iri juga pernah menangis lelah di tengah malamnya.

Semua orang pernah kesulitan, bukan hanya kamu.

Hanya saja kamu tidak melihat, hanya saja kamu tidak tahu. Yang orang lain sering perlihatkan adalah sisi yang menyenangkan.

Di balik itu semua, mereka juga sama sepertimu.

Mereka juga manusia yang pernah melewati fase-fase berat dalam hidupnya. Mereka pernah diam-diam merutuki nasib seperti yang kini engkau lakukan. Mereka mungkin pernah memandang iri orang lain karena tak juga menjadi lebih atau sama baiknya.

Sebab sebetulnya, setiap orang menghadapi peperangan yang berbeda setiap harinya.

Maka jangan merasa hidupmu begitu berat, jalanmu begitu berliku. Sebab kadang perjalanan yang dirasa sulit menuntun kita pada akhir yang indah.

Setiap orang memiliki waktu kerjanya masing-masing, jalani saja apa yang ada di hadapmu dan berikan yang terbaik untuk itu.

Karena perjalanan yang rasanya berat ini akan membuatmu sangat bersyukur ketika pada akhirnya sampai di puncak.

Jika lelah, beristirahatlah. Jangan menyerah.

0

Imaji Masa Depan

Menikah bukan cuma tentang yang indah-indah, tapi malam ini, izinkan aku berimajinasi.

Suatu hari nanti, aku akan menunggu di rumah mungil yang kita berdua tinggali. Aku pulang kerja lebih awal daripada kamu, sehingga aku sempat merapikan rumah, membersihkan tubuh dan memasak sedikit makanan kesukaanmu.

Continue reading

0

Nasihat Singkat untuk Perempuan

Jadi perempuan itu sulit, makanya Rasul menyebut nama ibu tiga kali lebih banyak dibanding ayah sebagai sosok yang harus kau hormati.

Maka pilihlah sosok yang memudahkan dan memberi keindahan untuk perjalananmu, sebab hidup sudah begitu keras.

Maka pilihlah sosok yang lembut membimbingmu, yang sabar menuntunmu. Sebab setiap hari sudah kenyang kau hadapi berbagai kesulitan.

Karena kau berharga dan mulia, maka pilihlah ia yang memuliakanmu.


Pilihlah ia yang paham bahwa menjadi perempuan (yang baik) itu sulit dan mau membantumu berkembang menjadi lebih baik–dengan cara yang baik.

Bogor, 18 Februari 2017

17.29 WIB

0

Nona Pecinta Hujan [Part 2]

Lagi-lagi, hujan turun sejak pagi. Nona pecinta hujan terduduk di sofa, menghadap jendela kamarnya. Jemarinya menggenggam secangkir coklat yang tak lagi hangat. Mata kecilnya memandangi rinai hujan yang seolah berbalapan menuju tanah satu sama lain.

“Disini sedang turun hujan, tuan. Bagaimana kabarmu, masihkah kau mengingatku?” seperti mantra, kalimat itu terbentuk dalam sanubarinya setiap kali hujan turun. Dan seperti biasa pula, matanya membentuk kaca-kaca bening yang siap tumpah setiap kali hujan menyapa.

Continue reading