0

Kamu hanya lelah, jangan menyerah!

Sebagai manusia, pasti pernah ada masanya dimana kamu merasa sangat lelah dan bahwa hidup terlalu berat untuk dilanjutkan. Perjalanan hidup yang direncanakan Tuhan rasanya tak sanggup lagi kamu lewati. Kamupun mulai mempertanyakan, sebenarnya apa rencana-Nya dibalik ini semua?

Mungkin juga pernah kamu melewati hari dengan merutuki diri, mengapa hidup begitu mudah untuk sebagian orang tetapi sangat berat untuk sebagian yang lain? Mengapa temanmu bisa mendapatkan kehidupan yang lebih menyenangkan dibandingkanmu, dengan pekerjaan yang mapan, kondisi finansial yang stabil hingga pasangan yang begitu membahagiakan?

Baiklah, sekarang hela napasmu dan embuskan.

Semua orang pernah melalui hari yang berat. Semua orang pernah merasakan titik terendah dalam hidupnya. Bahkan ia yang kehidupannya diam-diam membuatmu iri juga pernah menangis lelah di tengah malamnya.

Semua orang pernah kesulitan, bukan hanya kamu.

Hanya saja kamu tidak melihat, hanya saja kamu tidak tahu. Yang orang lain sering perlihatkan adalah sisi yang menyenangkan.

Di balik itu semua, mereka juga sama sepertimu.

Mereka juga manusia yang pernah melewati fase-fase berat dalam hidupnya. Mereka pernah diam-diam merutuki nasib seperti yang kini engkau lakukan. Mereka mungkin pernah memandang iri orang lain karena tak juga menjadi lebih atau sama baiknya.

Sebab sebetulnya, setiap orang menghadapi peperangan yang berbeda setiap harinya.

Maka jangan merasa hidupmu begitu berat, jalanmu begitu berliku. Sebab kadang perjalanan yang dirasa sulit menuntun kita pada akhir yang indah.

Setiap orang memiliki waktu kerjanya masing-masing, jalani saja apa yang ada di hadapmu dan berikan yang terbaik untuk itu.

Karena perjalanan yang rasanya berat ini akan membuatmu sangat bersyukur ketika pada akhirnya sampai di puncak.

Jika lelah, beristirahatlah. Jangan menyerah.

Advertisements
0

Nasihat Singkat untuk Perempuan

Jadi perempuan itu sulit, makanya Rasul menyebut nama ibu tiga kali lebih banyak dibanding ayah sebagai sosok yang harus kau hormati.

Maka pilihlah sosok yang memudahkan dan memberi keindahan untuk perjalananmu, sebab hidup sudah begitu keras.

Maka pilihlah sosok yang lembut membimbingmu, yang sabar menuntunmu. Sebab setiap hari sudah kenyang kau hadapi berbagai kesulitan.

Karena kau berharga dan mulia, maka pilihlah ia yang memuliakanmu.


Pilihlah ia yang paham bahwa menjadi perempuan (yang baik) itu sulit dan mau membantumu berkembang menjadi lebih baik–dengan cara yang baik.

Bogor, 18 Februari 2017

17.29 WIB

2

Patokan Pertemanan

Katanya, kalau kita ingin punya teman yang baik, kita harus bisa menjadi teman yang baik.

Eh, wait. Kusut, ya? Intinya begitu, deh. Kalau memang ingin dibaikin, ya harus ngebaikin orang lain juga.

Sampai di titik itu, saya merasa; kayaknya saya belum bisa deh jadi teman yang baik. Bayangkan aja, saya kayaknya jarang banget menghubungi teman-teman saya untuk sekedar menanyakan kabar, atau lagi ada kesibukan apa.

Continue reading

0

Sahabat Tanpa Masa Aktif

Jadi begini, waktu masih SMP dan lagi lucu-lucunya (halah!) saya pernah punya tiga orang teman dekat. Dan seperti remaja SMP pada umumnya pula, kami membentuk sebuah geng. Kemana-mana kami selalu pergi berempat, kadang ditemani oleh pacar-pacar mereka (karena saat SMP saya nggak punya pacar. Hehe). Awalnya saya senang banget bergabung dengan mereka. Serasa udah ‘sah’ banget jadi remaja, karena punya geng yang dikenal banyak warga sekolah. Ditambah lagi tiga teman saya ini cantik-cantik, jadi makin bangga. Padahal buat apa juga, ya? Yang cantik kan mereka, bukan saya. Hahaha.

Continue reading

0

Belajar dari anak-anak

Namanya Nabila. Gadis kecil ini sangat ramah dan penyayang. Hampir setiap warga sekolah mengenalnya karena siapapun yang lewat di depan matanya akan ia sapa; sapaan ceria khas anak-anak, kadang diselingi dengan celotehan polos yang bagi orang dewasa seperti tidak perlu. Continue reading