0

Nona Pecinta Hujan [Part 2]

Lagi-lagi, hujan turun sejak pagi. Nona pecinta hujan terduduk di sofa, menghadap jendela kamarnya. Jemarinya menggenggam secangkir coklat yang tak lagi hangat. Mata kecilnya memandangi rinai hujan yang seolah berbalapan menuju tanah satu sama lain.

“Disini sedang turun hujan, tuan. Bagaimana kabarmu, masihkah kau mengingatku?” seperti mantra, kalimat itu terbentuk dalam sanubarinya setiap kali hujan turun. Dan seperti biasa pula, matanya membentuk kaca-kaca bening yang siap tumpah setiap kali hujan menyapa.

Continue reading

Advertisements
0

Tiga Tahun Lalu

Bulan ke sepuluh, tiga tahun lalu
Tak pernah menyangka yang dulu kelabu bisa kembali jadi merah jambu
Berawal dari sepasang mata yang segera berpaling tepat setelah bertemu
Hingga senyum yang dibiarkan beterbangan saat berpapasan, walaupun malu

Continue reading