Jangan Lagi Iri, Perempuan

Ah, hidup sebagai perempuan memang tidak selalu menyenangkan. Ada banyak konflik dan intrik yang terjadi di dalamnya. Ada banyak keluh dibalik setiap senyum manis yang dipajang pada setiap wajah.

Berapa kali dalam sehari kita bercermin, memandangi diri yang dalam pandangan kita seperti jauh dari kata cantik? Berapa kali dalam sehari kita menghela nafas, menahan air mata agar tidak jatuh karena tak ada seorang pun yang terlihat peduli?

Jujur saja, nona. Bukankah jauh di lubuk hati ada sosok perempuan lain yang padanya hatimu iri?
Mengapa ia begitu cantik? Mengapa ia terlihat begitu menarik? Mengapa ia selalu terlihat menyenangkan bagi orang lain? Dan jutaan ‘mengapa’ lainnya. Serta pertanyaan paling perih,

Mengapa aku tak seperti dia?

Ah, kita memang hanya manusia yang hidupnya jauh dari kata ‘cukup’. Seringkali lupa menyadari bahwa kita sudah diciptakan dalam bentuk terbaik versi Tuhan. Lebih banyak merutuk dan merajuk daripada bersujud mensyukuri seluruh kemurahan hati Yang Maha Bijaksana.

Tak bisakah sejenak berhenti meratapi kekurangan diri dan berlaku sebaliknya, berterima kasih atas segala yang telah dimiliki? Tak lelah memperbaiki segala potensi dan bukannya merutuki nasib yang tak seberuntung perempuan lain yang telah membuat iri hati.

Tak bisakah memutuskan tuk menjalani hidup sesuai pilihan sendiri sehingga perjalanan terasa lebih manis dan menyenangkan? BUkannya terus-menerus mempertanyakan mengapa jalanmu begitu berliku sementara orang lain tidak.

Kita hanya perlu melihat jauh ke dalam diri. Telah Ia ciptakan kita dalam keadaan yang paling sempurna. Telah Ia anugrahkan kita segala yang dibutuhkan –bukan yang diinginkan sebab Ia tak ingin kita jadi serakah.

Maka bersyukurlah, nona. Meski tak seindah ia, meski perjalanan tak semudah ia.

Sebab jalan hidup kita semua telah ditentukan, sesuai kemampuan. Karena Yang Maha Tahu sudah jauh mengetahui bahkan sebelum kita mulai belajar meraba-raba pola perjalanan.

Jangan lagi iri, sebab kau juga perempuan terbaik.

Bogor, 28 Februari 2017
15.33 WIB

Tulisan random sambil menunggu jam pulang kerja.

 

01e38b38446b3be53464b581505f1243

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s