Patokan Pertemanan

Katanya, kalau kita ingin punya teman yang baik, kita harus bisa menjadi teman yang baik.

Eh, wait. Kusut, ya? Intinya begitu, deh. Kalau memang ingin dibaikin, ya harus ngebaikin orang lain juga.

Sampai di titik itu, saya merasa; kayaknya saya belum bisa deh jadi teman yang baik. Bayangkan aja, saya kayaknya jarang banget menghubungi teman-teman saya untuk sekedar menanyakan kabar, atau lagi ada kesibukan apa.

Salah, ya? Harusnya lebih perhatian, ya?

Karena saya merasa, kalau mereka memang butuh saya untuk cerita, mereka pasti menghubungi saya.

Iya, kan?

Oh atau jangan-jangan ini pemikiran yang salah, karena dengan saya nggak banyak nanya, mereka akan mengira kalau saya nggak perhatian?

Lalu, karena saya lebih sering menghubungi mereka untuk bercerita –baik hal penting ataupun sepele– tanpa balik menanyakan keadaan mereka, berarti saya egois dong, ya?

Tapi sejauh ini, hubungan saya dengan teman-teman toh baik-baik saja. Mereka juga tetap menghubungi saya untuk sekedar cerita atau ngobrol nggak jelas.

Berarti kita sama-sama bukan teman yang baik untuk satu sama lain dong, ya? Hahaha.

Well, suatu hari saya pernah menanyakan soal ini ke salah satu teman saya :

“Lo seneng nggak kalau misal gue nanyain kabar lo setiap saat?”

“Buat apa? Kalau gue kenapa-kenapa juga pasti gue cerita.”

Ya, berarti teman saya memang sama cueknya. Hahaha lagi.

Intinya sih, pertemanan, persahabatan atau apapun itu namanya –buat saya– nggak harus disertai dengan patokan ideal. Harusnya sebagai teman yang baik tuh nanyain kabar, nanyain keadaannya, nanyain udah makan atau belum, nanyain tagihan listrik udah dibayar atau belum. Karena patokan ideal dalam pertemanan kan relatif. Ada yang senang diperhatikan, ada juga yang ‘ya-udah-sih-biasa-aja’.

Yang penting satu sama lain tahu, akan saling ada untuk dengar cerita, diskusi, kasih solusi, marahin atau sekedar meminjamkan pundak.

Hubungan antar dua makhluk yang jantungnya berdetak, harusnya nggak usah dibuat ribet. 🙂

Bogor, 20 Desember 2016

15.23 WIB

Advertisements

2 thoughts on “Patokan Pertemanan

  1. Seems nice! 🙂

    Anyway, kalo lagi senggang boleh liat tulisan” saya yaa, baru belajar nulis nih , soo i really appreciate ur advice ! 🙂

    feel free to comment ya, i’m open for discussion 🙂

    www .bradleykuper.blogspot.com

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s