Pemilik Hati

Adalah namamu, pengobat segala kelu
Memang hanya bayangmu yang tergambar ketika rindu
Mengapa? Entah.

Atas segala luka di masa lalu
Seharusnya kau tidak lagi perlu ada di hati
Selayaknya kau pergi dari hidup dan pikiranku

Tapi, sial!
Ternyata hanya kamu yang bisa menemani di tengah segala sepi
Walau luka begitu banyak tercipta,
Hatiku tak sedikitpun peduli

Untuk segala dustamu yang harus kukonsumsi
Aku rela mati
Sebab ternyata kaulah racun sekaligus obat
Untuk hatiku yang terlanjur buta dan lupa diri

Bogor, 12 Desember 2016
16.35 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s