Stereotip

Tahan, jangan bicara dulu!

Sebagai makhluk yang dipercaya tidak mampu menjaga rahasia, rasanya bukan hal aneh lagi kalau kita dikenal sebagai kaum yang senang berbicara. entah itu sekedar berbagi cerita, curhat atau –ini yang paling buruk– menggosipkan orang.

Menyenangkan, ya? Rasanya bisa sampai lupa waktu.
Ah, memang apa-apa yang terlarang rasanya lebih mengasyikkan.

Tapi agaknya kita luput menyadari satu hal. Bahwa ketika kita berbicara dengan seorang atau beberapa teman mengenai keburukan yang lain, entah itu teman sendiri atau mungkin pasangan, kita juga tengah menciptakan gambaran buruk mengenai orang tersebut di mata lawan bicara.

Gambaran buruk yang bisa saja, abadi.

gambaran yang kita sebut stereotip. Sehingga kelak, apapun yang orang tersebut lakukan takkan pernah terlihat benar karena pikiran kita telah menilai mereka salah dan akan selalu salah.

Lalu kalau begini, siapa yang salah?
Kita, tentu saja. (Sudah, simpan pembelaanmu itu.) Kita telah menciptakan pandangan dan konsep buruk mengenai seseorang di pikiran orang lain. Padahal, bisa saja kita tidak terlalu mengenalnya. Bisa saja ia melakukan itu dengan alasan tertentu dan ini yang paling penting, bisa saja gambaran itu tercipta di bawah luapan emosimu.

Dan bayangkan, hanya karena ucapan yang entah benar atau tidak, objektif atau tidak, kita telah menciptakan prasangka-prasangka buruk mengenai seseorang di kepala orang lain. Oh, dan bayangkan lagi ini : berapa orang yang telah kau tanami stereotip tersebut? Berapa orang yang harus kau tanggungjawabi karena telah menumbuhkan pikiran-pikiran yang tak baik?

Menyeramkan, ya?

Maka mulai sekarang, belajarlah melihat dari sudut pandang orang lain, jangan main menghakimi. Sebab apapun yang dilakukan setiap orang, pasti ada alasan dibaliknya.

Bahkan jika yang dilakukan memang salah, hentikan ceritamu sebelum keluar dari bibir. Simpan saja. Sebab bisa saja kesalahan yang hanya sekali dilakukan menjadi abadi di mata banyak orang, hanya karena satu hal sederhana :

Mulutmu tak tahan untuk tidak bercerita.

Bogor, 2 Desember 2016
15.29 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s